Minggu, 10 Juni 2012

Ada Islam Dalam Diri Astronaut

Bismillahirrahmaanirrahiim
 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh :)

Hayo acungkan tangannya siapa yang pada masa kecilnya bercita-cita menjadi astronaut? …
Mungkin ada yang mengacungkan tangannya tanda mengiyakan pertanyaan diatas. Memang imajinasi anak kecil itu selalu tinggi dan tak peduli bisa meraihnya atau tidak. Selagi bercita-cita tinggi itu gratis alias tak dipungut biaya, kenapa tidak dilakukan. Begitulah mungkin pikir mereka. Pikiran dan jiwanya tidak terkungkung dengan lingkungan yang membatasinya berpetualang di alam mimpi.

Berbicara mengenai salah satu profesi ini, ada satu cerita Insya Allah inspiratif dan menggugah iman di salah satu surat kabar terkemuka di Indonesia, yakni Republika terbitan hari Jumat, 8 Juni 2012 rubrik Teraju. Mungkin ada beberapa diantara para pembaca sekalian yang sudah pernah membacanya atau mengetahuinya dari sumber lain yang terpercaya. Dalam rubrik ini sebenarnya ada beberapa judul artikel tetapi dalam kesempatan ini hanya satu judul saja yang akan dituliskan kembali dan patut dihayati dengan hati sanubari dan pikiran yang mengerti akan kekuasaan Illahi yang tak ada sesuatu pun yang dapat setara dengan-Nya di dunia ini sampai kapan pun walau itu sebesar biji padi(maaf kepanjangan…:p).

Judulnya adalah sama dengan judul tulisan blog kali ini. Ada Islam Dalam Diri Astronaut. Berikut ini tulisannya. Selamat melahap tulisan iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii


Sabtu, 26 Mei 2012

Indahnya Memberi

Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ya, ya, sedikit ngaret, tapi tetep semangat ya bacanya... : D, kali ini sedikit artikel yang diambil dari e-book itsar 1429 H, cekidot...

Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka : memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga.

Itu juga yang membedakan para pecinta sejati dengan para pencinta palsu. Kalau kamu mencinta seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. la tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. la besar dan berbuah dari sinar cahayamu.


Kamis, 17 Mei 2012

The Magic Smile

Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

(Dicopas dari blog Bella Fariza)


"Tersenyum di hadapan saudaramu itu adalah sedekah"
(HR. Tirmidzi)


Senyum merupakan sedekah tanpa uang.
Senyum itu punya banyak sekali manfaat.
Mengapa kita selalu sulit untuk bisa tersenyum?
Mengapa orang-orang lebih senang memperlihatkan wajah cemberutnya?


Ternyata,


Senin, 23 April 2012

Mengenal Dia


Bismillah,


ehem ehem...Dia siapa yah maksudnya? Hmm…:p
penasaran?????

jeng jeng jeng........!!!!!
Dialah Allah SWT Sang Maha Cinta. Tuhan alam semesta yang selalu memberikan kasih dan sayang kepada setiap hamba-hamba-Nya. Mungkin sering mendengar bahwa cinta Allah pada kita adalah cinta walaupun sedangkan cinta kita pada Allah adalah cinta karena. Untuk dapat mencintai seseorang, terlebih dahulu kita harus mengenal siapa dia, bagaimana sifatnya, karakternya, apa saja yang dia suka dan lain-lain.
Begitupun dalam mencintai Allah. Ada pepatah tak kenal maka ta’aruf. Loh?!. Salah. Hehehe. Maksudnya tak kenal maka tak sayang, tak cinta. Kita harus mengenal Allah dulu. Dalam bahasa arab dikenal istilah Ma’rifatullah. Ma’rifatullah artinya mengenal Allah. Mengenal yang bagaimana? Yakni dengan jalan memahami, merenungkan dan memikirkan. Tidak cukup dengan tahu saja bahwa Allah Tuhan kita Yang Esa.


Berikut ini cara ma’rifatullah:

Selasa, 17 April 2012

Ar Rahmaan, Pengantin Al Quran

Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebenarnya ini tulisan lama saya, tetapi saya tampilkan ulang karena oknum N menanyakan kepada saya kenapa surat Ar Rahmaan sering dijadikan mahar. Pesan saya kepada kalian perempuan, jika tidak memberatkannya, mintalah kepada calon suamimu untuk menjadikan surat ini sebagai mahar pernikahan. Karena kesungguhannya dalam menghafalkan surat ini nantinya sesungguhnya merupakan bukti bahwa ia sungguh-sungguh mencintaimu.


Saya melihat banyak di antara teman-teman yang sering mengutip surat Ar Rahmaan dan menjadikannya sebagai salah satu surat favorit. Untuk itu, saya akan coba bahas beberapa hal terkait surat ini. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menambah pengetahuan teman-teman. Surat Ar Rahmaan: http://tumblr.com/xtu4emc9f.


Senin, 16 April 2012

Esensi Syahadat


Ada rukun iman dan ada rukun Islam. Ayo, kalau syahadat masuknya ke rukun Islam atau rukun Iman? Hahaha. insyaAllah masih pada ingat dong yah jawabannya. Yoi. Syahadat termasuk ke dalam rukun Islam yang lima itu dan menempati urutan pertama kemudian diikuti oleh Shalat, Zakat, Shaum, dan Ibadah Haji ke Baitullah atau Rumah Allah.
Apa pentingnya sih syahadat untuk kita? Kenapa kali ini membahas tentang syahadat. Toh, kita semua yang muslim ngga perlu bersyahadat lagi, kan? Ini artikel menyesatkan ngga? Baik. Ya, memang benar bahwa jika kita sudah menjadi muslim sejak lahir, kita tidak perlu lagi bersyahadat seperti yang digaungkan oleh ajaran islam yang beraliran sesat karena kita telah dididik oleh kedua orang tua muslim kita untuk menyembah Allah. Pastinya karena ketika masih kecil kita dan belum mengetahui apa-apa tentang islam,yang kita bisa hanyalah baru sebatas menerima dan meniru saja semisal bagaimana cara orang tua kita shalat, shaum, bersedekah, bergaul dengan orang lain dan sebagainya.
Tetapi, seiring usia bertambah dan cara berpikir kita juga terasah, berbagai pertanyaan akan muncul. Yang tadinya menerima saja bahwa setiap hari shalat 5 kali, ada bacaan syahadatnya, rukun iman ada 6 dan rukun islam ada 5 kemudian wajib belajar Al-Qur’an lama kelamaan jadi bertanya untuk apa sebenarnya melakukan itu semua?  Untuk apa Allah menyuruh kita melakukannya?
Nah, sekarang syahadat nih. Setiap hari kita melafalkan Syahadat, bukan? Tetapi apakah ketika  membacanya-saat shalat terutama-kita juga turut memaknainya sampai ke lubuk hati yang terdalam sehingga  khusyuk ibadah kita? 

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Ini berarti bahwa Allah SWT adalah Esa, punya hak untuk disembah.

Adapaun urgensi Syahadat antara lain:

Minggu, 05 Februari 2012

Unconditional Love

Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

This article was made by Prof Dr Nasaruddin Umar, Vice Minister of Religion RI, and Professor of UIN Syarif Hidayatullah. This is taken from Republika. Have a read, guys!

Dalam Al-Qur'an, dikenal tidak kurang dari 14 terminologi cinta, antara lain, al-hubb, al-'isyq, al-syagraf, al-wudd, al-ta'aluq, dll. Istilah-istilah itu menggambarkan berbagai bentuk dan kualitas cinta, mulai dari cinta monyet sampai cinta Illahi (mahabbah). Semakin tinggi derajat cinta, semakin terbatas persyaratan cinta itu sehingga cinta itu tidak lagi mengenal dan bergantung pada kondisi tertentu. Mungkin karena itu cinta ini disebut dengan Unconditional Love.

Cinta Illahi (unconditional love) ialah puncak kecintaan seseorang kepada Tuhan. Begitu kuat cinta itu, maka seolah yang mencinta dan yang dicintai menjadi satu. Yang mencinta dan yang dicintai terjadi persamaan secara kualitatif sehingga antara keduanya terjalin kekraban secara aktif.

Sebetulnya semua orang berpotensi mencapai kualitas cinta ini karena memang semua berasal dari-Nya dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un).  kedua entitas itu berbeda, namun sulit untuk dipisahkan, seperti laut dan gelombangnya, lampu dan cahayanya, api dan panasnya. Kita tidak bisa mengatakan laut sama dengan gelombang, lampu sama dengan cahaya, atau api sama dengan panas, demikian pula kita tidak bisa mengatakan antara yang mencinta dan dicintai betul-betuk sama atau antara makhluk sama dengan Khaliq.

Lautan cinta pada diri seseorang akan mengimbas pada seluruh ruang. Jika cinta sudah terpatri dalam seluruh jaringan badan kita, vibrasinya akan menghapus segala kebencian. Sebagai manifestasinya dalam kehidupan, begitu bertemu dengan seseorang, ia tersenyum sebagai tanda ungkapan dan tanda rasa cinta.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...