Senin, 11 Februari 2013

Februari dan Tanggal 14

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Eh, udah masuk bulan Februari nih. Bentar lagi tanggal 14 Februari. Biasanya di tanggal segitu jalanan dan pertokoan dihiasi warna pink dan coklat.
Udah mulai bisa menebak tema kita minggu ini?

Ya. Valentine’s day. Yang jadi fokus banyak remaja saat memasuki bulan Februari ini. Khususnya yang sedang menjalin hubungan. 

Mungkin kita sudah sering mendengar banyak pertentangan mengenai hari valentine ini. Karena memang tidak ada yang namanya hari valentine dalam Islam. Terlebih lagi jaman sekarang valentine tidak lagi hanya sekedar pemberian coklat pada orang yang disayangi. Tapi kini sudah ditambah dengan  sesuatu yang lebih hina. Ngerti kan maksudnya? #istighfar

Kalau kita bicara tentang valentine’s day saja, sudah banyak kan pembahasannya. Apa bahayanya, kenapa kita (sebagai muslim) tidak boleh ikut merayakan, dan sebagainya. Semua itu sudah banyak pebahasannya dan mungkin akan membosankan kalau itu dibahas juga di sini.

Jadi artikel kali ini tentang apa dong?
Nah kalau teman-teman perhatikan ya, sejak tahun 2012 kemarin ada yang berbeda dengan tanggal 14 Februari. Marak sekali slogan-slogan baru demi melawan yang namanya hari valentine. Pada tau gak?

“14 Februari, Hari Menutup Aurat Internasional”
Wah? Kok ada hari kayak gitu? Emangnya menutup aurat cuma ditanggal 14 Februari aja? Hm, daripada bertanya-tanya mending terusin bacanya. Hehe.

Waktu saya pertama kali mendengar adanya hari menutup aurat tersebut, hal pertama yang terlintas di kepala saya adalah “Lah? Emang nutup aurat cuma satu hari aja ya? Kan harusnya tiap hari. Kok sampai di-khususkan gitu?” tapi setelah saya telaah, saya dapat jawabannya. Alhamdulillah.

Gerakan hari menutup aurat ini dibuat sengaja untuk “melawan” hari valentine. Dibandingkan menebar-nebarkan kasih sayang pada yang bukan mahram, (untuk perempuan) lebih baik kan memulai memantapkan diri untuk berhijab.

Bukan berarti berhijab itu hanya di satu hari saja. Tapi tidak ada salahnya kan, di saat orang lain menggembar-gemborkan hal-hal yang tidak manfaat seperti menebar kasih sayang kepada yang belum tentu mahramnya, kita justru fokus untuk memulai memantapkan diri untuk berhijab, yang memang merupakan perintah wajib bagi setiap wanita muslim di dunia.

Selain itu, dalam Islam, menunjukkan kasih sayang itu kan harus setiap hari, setiap saat. Bukan hanya kepada yang kita sayangi, tapi juga kepada sesama manusia di bumi. Benar begitu, kan? :)

So, buat apa kita cape-cape ikut-ikutan buang-buang uang cuma untuk beliin coklat untuk orang yang bukan mahram kita. Mending kita bagi-bagi jilbab untuk teman-teman akhwat kita yang memang belum menyadari kewajibannya untuk berhijab. Lebih manfaat kan? Bisa jadi ladang dakwah juga. Syukur alhamdulillah kalau kita bisa dapat pahala juga, kan? :)

Dan dari namanya juga  “internasional”, jadi gak cuma di Indonesia gerakan ini dibentuk, tapi juga di luar Indonesia loh!

Ya, semua hal memang pasti ada positif dan negatif, pro dan kontra. Tapi gak ada sama sekali negatifnya saat kita sudah bisa mulai meng-hijab-kan diri kita, ya gak? :)

Dan terakhir, daripada ikut-ikutan tukeran coklat, kalau mau juga mending tanggal 14 Februari itu jadi hari tuker-tukeran tulang. LOH? Kok tulang? Gak ngerti? Liat gambar di bawah ini aja J Hehe.

Sekian, mohon maaf untuk segala kekurangannya. Semoga tetap ada hikmah dan manfaat yang bisa diambil dari artikel yang masih jauh dari sempurna ini :)
Wassalamu’alaikum warahmatullah.

Sabtu, 09 Februari 2013

Kesibukan dan Amanah

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Banyak yang bilang, bahwa salah satu tanda Allah SWT mencintai kita, adalah dengan memberikan kita kesibukan. Tentu, sibuk dalam kebaikan. Dengan sibuk, Dia menjauhkan kita dari hal-hal yang tidak berguna, bahkan dari kemaksiatan. Selain itu, dengan kesibukan dalam kebaikan, nilai guna kita di dunia pun (seharusnya) bisa meningkat, dan ladang panen amal shalih pun makin meluas, tentu bila dimanfaatkan dengan baik.

Kesibukan ini bernama amanah. Amanah untuk bekerja bagi orang banyak, dengan menyisihkan sedikit (bahkan mungkin banyak) waktu untuk diri sendiri, demi kebaikan orang lain.

Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)

Amanah biasanya dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Contohnya amanah sebagai presiden, ketua dari suatu organisasi, dll. Sebenarnya secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)

Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini diperkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu juga merupakan salah satu amanah.

Jadi sebenarnya amanah, kerjaan, kesibukan, tanggung jawab atau apapun yg sejenis adalah upaya Allah untuk memberikan hikmah dan kebaikan, maka… berbahagialah bagi mereka yg selalu disibukkan dengan tanggung jawab, karena dengannya ia akan tumbuh, menjadi besar, menjadi lebih baik, dan dengannya ia akan terjaga.




Minggu, 30 Desember 2012

Satu Tahun Menjadi "Ayah"

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Jadi kepala keluarga itu ternyata memang tidak mudah, buktinya selama 1 tahun kebelakang saya mengalami banyak tekanan sebagai kepala keluarga ini. Mulai dari sulitnya menjaga diri ini agar selalu istiqomah di jalan Allah, mengatur kebutuhan anak-anak yang ingin ini itu, menghandle pekerjaan anak-anak yang terabaikan, menyelesaikan konflik diantara anak-anak, sampai menjaga keluarga ini agar tetap harmonis.

Itu semua ternyata tidak ada apa-apanya jika kita selalu menyertakan Allah disetiap usaha kita. Dengan izin dan bantuan dari Allah semuanya pasti lebih mudah. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, semua cobaan itu datang bermunculan satu persatu. Ada yang membuat saya bingung, stress, dan lainnya. Semua campur aduk menjadi satu. Saya berpikir bahwa anak-anak tidak boleh tahu cobaan yang saya hadapi, hiduplah seceria dan sesemangat mungkin. Agar keceriaan dan semnagat anak-anak masih dapat kita jaga.

Kadang langkah itu pun ternyata ada kelirunya. Saya melupakan satu hal, keluarga itu tempat berbagi. Jika ada masalah mari kita selesaikan bersama. Sedih sekaligus gembira, ketika anak-anak itu menasehati saya agar ayah bisa berbagi tentang msalah yang menimpa dirinya. Terima kasih, Nak.

Semua terasa indah ketika kita saling berbagi karena dengan kita saling berbagi, disanalah timbul rasa saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Berbagi cerita, berbagi keceriaan, berbagi hadiah, semuanya membuat sebuah keluarga menjadi tempat yang paling dirimdukan ketika kita hidup di dunia.

Namun dari semua yang telah terjadi, merasa sedih bercampur bahagia ketika tongkat sebagai ayah bagi keluarga ini akan digantikan. Sedih karena saya merasa belum maksimal menjadi sosok “ayah” bagi keluarga ini. Gembira karena telah ada sosok pengganti “ayah” yang dahulu, yang dulunya sebagai ayah sekarang masih bisa menjadi kakek yang bertugas mengontrol anak dan cucunya. Sebuah ikatan keluarga yang tak kan pernah putus.

Semoga apa-apa yang telah saya kerjakan menjadi seorang “ayah” bagi kalian bisa bermanfaat bagi saya sendiri khususnya dan umumnya kalian selaku “anak-anak”.

Tak lupa sebagai “ayah” di keluarga ini tak lupa saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada keluarga ini, keluarga pengurus FIKA 2011-2012, semoga apa2 yang kalian kerjakan dan kalian lakukan senatinasa mendapat ridho dari Allah SWT, dan Allah balas dengan yang lebih baik.

Dan juga permintaan maaf yang sebesar2nya jika saya sebagai “ayah” dari keluarga ini telah banyak melakukan kesalahan, sering merepotkan, dan kurang bisa mengayomi kalian dengan sebaik mungkin. Semoga ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi saya dan kita semua ke depannya.

Saya sangat bersyukur bisa dpertemukan dengan kalian semua, menjadi hal yang lebih ketika kita membentuk sebuah keluarga yang hanya didasarkan kepada Allah. Sperti keluarga ini.

Karena keluarga ini bukanlah dibentuk atas dasar pertalian darah, ataupun pemberian harta. Tapi keluarga ini dibentuk atar dasar saling mengasihi dan menyayangi karena Allah SWT, insya Allah.

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan disetiap aktivitas kita semua. Dan semoga kita bisa dipertemukan kembali di Jannah-Nya kelak.


Hatur Nuhun dulur sadayana !

Jazakumullah khairan katsiraa...

Tetaplah terseyum dan jaga semangatmu!

Al Ikhlash!

Sukses Dunia!

Sukses Akhirat!

Insya Allah!

ALLOHU AKBAR!

-Rizki Mahardika Putra-
Ketua FIKA 2012

Posisi Shalat Berjama’ah

Bismillahirrahmaanirrahiim
 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


“Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Dan barangsiapa yang baik (diterima) shalatnya, maka baik (diterima) pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya” (HR Thabarani).

Shalat merupakan amalan utama diantara semua amalan yang dilakukan oleh umat muslim diseluruh dunia. Seperti yang disebutkan dalam hadist yang dirwayatkan oleh Thabarani diatas, shalat merupakan amalan pertama yang dihisab dan kualitas serta kuantitasnya menentukan diterima atau tidaknya amalan yang lainnya. Untuk itu, tentunya shalat harus dilakukan dengan tata cara yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Diantara tata cara shalat, pada artikel kali ini akan dibahas salah satu tata cara shalat berjama’ah yakni posisi imam dan makmum yang seringkali terjadi perbedaan pendapat terutama pada shalat berjama’ah yang dilakukan oleh kaum wanita / akhwat.



Hadist mengenai posisi imam dan makmum terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh beberapa perawi yang dapat dipercaya.

1. 2 Orang Shalat Berjamaah
Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhu:
“Aku shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu malam, aku berdiri di samping kirinya, lalu Nabi memegang bagian belakang kepalaku dan menempatkan aku di sebelah kanannya.” (HR. Bukhari)
2. 3 Orang Shalat Berjama’ah atau Lebih
Hadits Jabir radhiyallahu anhu:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri shalat maghrib, lalu aku datang dan berdiri di samping kirinya. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menarik diriku dan dijadikan di samping kanannya. Tiba-tiba sahabatku datang (untuk shalat), lalu kami berbaris di belakang beliau dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad)
Berdasarkan buku Ustadz Aam Amirudin yang berjudul Sudah Benarkahkah Shalatku, tidak ada perbedaan antara tata cara shalat berjamaah laki-laki dan perempuan. Tidak pernah ada hadist khusus yang menyebutkan bahwa kedua hadist shahih diatas di khususkan untuk kaum laki-laki.Adapun hadist dibawah ini menyebutkan posisi shalat wanita yang dikatakan berasal dari Aisyah r.a. merupakan hadist yang kekuatannya lemah.

“Bahwa Aisyah shalat menjadi imam bagi kaum wanita dan beliau berdiri di tengah shaf.” (HR. Baihaqi, Hakim, Daruquthni dan Ibnu Abi Syaibah)

Untuk itu para ulama sepakat bahwa hadist shalat berjama’ah diatas yang diriwayatkan oleh Bukhari serta Ahmad berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Allahu’alam bishawab.

-NA-

Sabtu, 24 November 2012

Ada Apa dengan Palestina

In the name of Allah,
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabar ikhwan dan akhwat semuanya? Mudah-mudahan semuanya sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, ya. Bagi yang sedang tidak sehat mudah-mudahan dengan sakitnya dapat menggugurkan dosa-dosanya dan segera diberikan kesehatan sehingga bisa menjalankan segudang aktivitasnya kembali demi meraih rahmatNya untuk bekal di akhirat kelak. Aamiin.

Sekarang ini banyak kabar yang tersiar mengenai saudara-saudara kita di Palestina sana yang mengalami pahitnya hidup akibat kebiadaban Israel. Sejujurnya (curhat sedikit...maaf) karena terlalu sibuk kuliah, sempat terlambat mengetahui adanya kabar ini. Pertama kali tahu berawal, dari sms yang dikirimkan oleh salah seorang teman. Berikut isi smsnya.

Pemimpin Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah minta tolong semua muslim untuk baca surat al-Baqarah ayat 26-27 dan surat yunus ayat 85,86,88 malam ini, tolong disebarkan, agar Israel hancur, forward kepada seluruh umat Islam, saudara seagama di Palestina telah dikepung menunggu masuk untuk disembelih, keadaan dahsyat, untuk sementara inilah jihad yang bisa kita lakukan kepada saudara-saudara kita di Gaza, Palestina...

Setelah membaca sms tersebut, timbullah pertanyaan, Ada Apa (lagi) dengan Palestina? 

Ya, memang seperti kita ketahui bersama bahwa sejak tahun 1948 tak henti-hentinya zionis Israel menyerang Palestina. Tetapi saya mengira ada hal yang dilakukan Israel lebih dari serangan-serangan biasanya. seperti halnya yang terjadi pada akhir tahun 2008 yang lalu ketika agresi israel dilakukan secara besar-besaran sehingga menyebabkan kematian pada lebih kurang sekian ribu orang Palestina.

Selidik punya selidik ternyata serangan Israel kembali membabi buta. Hingga gencatan senjata kemarin, jumlah korban tewas warga Palestina ada 140 orang. Memang tidak sebanyak yang terjadi pada tahun 2008 yang lalu tetapi ini sangat cukup untuk membuat hati nurani para Muslim se-dunia untuk bergetar dan merasakan sakit yang diderita oleh mereka, sejalan dengan hadist yang menyebutkan bahwa

“Orang-orang mukmin itu ibarat satu jasad, apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh jasad turut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim)


Sudahkah kita merasakan itu? 


Disini ada sedikit ilmu yang akan saya bagi yang didapatkan dari seorang mahasiswi kedokteran unpad dalam suatu acara talkshow muslimah di Unpad beberapa waktu yang lalu. Pada bulan Maret kemarin, kalau tidak salah, teteh ini mengikuti program GMJ yaitu Global March to Jerussalem di perbatasan Lebanon. Namanya Tazkia Fatimah. Dia menjadi satu-satunya mahasiswa yang mengikuti program tersebut. 


Sekilas GMJ adalah suatu aksi solidaritas masyarakat internasional untuk rakyat Palestina. Aksi ini diwujudkan melalui konvoi menuju Al-Quds, Jerusalem atau wilayah terdekat yang mungkin dijangkau. Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan dunia untuk peduli terhadap apa yang terjadi di Palestina.  GMJ ini mencakup perwakilan dari berbagai latar belakang dan organisasi yang bekerja untuk Palestina dan Al-Quds, para aktivis media, tokoh agama, publik, kaum profesinal, aktivis HAM, bahkan Tazkia menambahkan ada petani dan ibu rumah tangga juga. Hal itu membuktikan bahwa isu Palestina bukan hanya isu Islam tapi juga isu internasional. 

"Presiden GMJ Indonesia saja bukan orang Islam" kata Tazkia.

Tazkia membawakan materi mengenai Filantropi. Apa itu filantropi? Awalnya saat membaca poster acara talkshow tersebut, saya mengira filantropi itu aktivitas mengumpulkan perangko. Nah, loh bukannya itu filateli ya? hahahaha. maaf 
Kemudian saya dapati definisi filantropi dari wikipedia.
Filantropi dari bahasa Yunaniphilein, "cinta" dan anthropos, "manusia", adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama (manusia) sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain.
Tazkia mendefiniskan filantropi agak berbeda, yaitu keinginan untuk menyejahterakan orang lain. Dalam surat al-Baqarah ayat 177 disebutkan siapa saja yang berhak mendapat kedermawanan kita.
"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur barat,tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, musafir, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah  orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

Masyarakat Palestina termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan pada ayat tersebut. Maka dari itu sudah sepatutnya kita membuka mata dan peduli terhadap apa yang terjadi disana. Tazkia ini salah satu contoh anak muda yang peduli terhadap Palestina. Bagaimana dengan kita? Insya Allah semua anggota FIKA pasti peduli juga. 


Kemudian ada satu ulasan menarik yang dijelaskan oleh Tazkia yakni mengenai latar belakang Israel mengusir bahkan membinasakan orang-orang Palestina dari kampung halamannya juga meruntuhkan masjid Al-Aqsa di Al-Quds. Mohon koreksinya kalau ada yang salah.

Jadi, mengapa sih Israel itu begitu menggebu-gebu mengusir orang-orang Palestina dari tanahnya sendiri? Karena begini seperti yang sudah diketahui bahwa orang-orang yahudi itu adalah keturunan Nabi Sulaiman a.s. Kita ingat kisah Nabi Sulaiman a.s yang memiliki kerajaan terbesar sepanjang sejarah yang mencapai 1/3 luas bumi. Nah, orang-orang yahudi ingin mengembalikan kejayaan kerajaan yang disebut oleh mereka sebagai kerajaan yahudi raya tersebut. Lalu pertanyaan selanjutnya, kenapa Palestina dan kenapa masjid Al-Aqsa?
Jawabannya dalah karena di Jerussalem, ibu kota Palestina,  terdapat masjid Al-Aqsa yang dahulunya berdiri Kuil Sulaiman. Saat ini hanya tersisa tembok sebelah barat dari kuil Sulaiman tersebut dan dijadikan tembok ratapan oleh orang-orang yahudi. Lalu saya hubungkan hal ini dengan konsep 'New World Order' kaum zionis yahudi dan orang-orang masonic. Mungkin inilah yang menjadi alasan mereka ingin membuat tatanan dunia yang baru tersebut. (Mohon koreksinya...)
  
Tembok Ratapan  sisa dari Kerajaan Sulaiman 

Pertanyaan kembali terbersit, lalu setelah New World Order itu tercapai, mau apa mereka? Apakah dengan begitu hidup mereka akan bahagia dan menghantarkan mereka ke surga-Nya? Ini yang masih belum dimengerti. 
Kalau diingat memang orang-orang yahudi itu hanya berorientasi pada dunia sehingga apapun akan dilakukan untuk mencapai kesejahteraan di dunia. Tidak ada konsep akhirat disitu. Ah, berbicara mengenai mereka memang tidak ada habisnya. 

Bagaimanapun tindakan mereka yang aneh, konyol, menyengsarakan dan membabi-buta itu dilakukan, kita sebagai orang Islam tidak usah dipusingkan akan hal itu karena memang tabiat orang-orang yahudi sebagaimana yang telah diterangkan dalam Al-Qur'an adalah orang-orang yang sombong, angkuh, licik, dan tidak tahu diri. Sudah diberikan nikmat oleh Allah malah minta lebih lagi dan lagi. Sungguh mereka termasuk orang-orang yang tidak bersyukur. Semoga kita dan semua umat muslim jauh dari sikap tidak bersyukur ini jika kita tidak mau disamakan dengan biadab yahudi. Semuanya bilang Aamiin...(Aamiin...)hehehe


Apa yang terjadi di Palestina sejak dulu hingga sekarang dan akan berlanjut sampai entah kapan wajiblah menggetarkan hati kita dan menimbulkan rasa peduli yang akhirnya mendorong kita untuk memberi bantuan mulai dari yang paling mudah dan murah adalah do'a. Sudahkan disetiap doa yang kita panjatkan menyertai doa untuk Palestina? Akan lebih baik lagi jika kita memberikan sebagian harta kita untuk disalurkan kepada mereka disana yang membutuhkan. Bayangkan banyak sekali anak-anak dan ibu-ibu yang menjadi korban. Mereka membutuhkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan. 


Dengan melakukan kampanye peduli Palestina seperti yang telah dilakukan Tazkia juga akan berdampak dan efektif karena sekecil apapun dukungan yang diberikan kepada Palestina akan selalu membuat Israel merasa terancam. 


Semangat terus para mujahid dakwah muda yang disayangi Allah. Semangat belajar, semangat bekerja, semangat beribadah, semangat berorganisasi, semangat berbakti kepada orang tua, semangat berkarya, semangat menjaga kesehatan dan semangat-semangat positif lainnya.  Kita semua dan seluruh umat Islam didunia adalah satu kesatuan. Dengan bersatu, berjama'ah, kita pasti bisa menolong agama Allah dan memerangi orang-orang-orang kafir yang membenci Islam. InsyaAllah.


Takbir

ALLAHU AKBAR!!!

Sumber rujukan:

http://news.unpad.ac.id/?p=55867
http://www.bangsamusnah.com/hzsuleyman.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Filantropi

Sabtu, 10 November 2012

Renungan; Pergi dan Tinggalkan

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullah

Teman-teman semuanya, kali ini saya (Bella) menuliskan sebuah renungan yang saya dapat kemarin. Tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya publish di blog saya tapi saya ingin pembaca setia blog FIKA tidak perlu repot-repot membuka blog lain. Saya memutuskan untuk berbagi juga di sini. Untuk kalian, pembaca setia blog ini :)

***

“Setiap yang bernyawa itu pasti akan mengalami kematian.”(QS. Ali 'Imran: 185)
Teman-teman ingat salah satu ayat Al-Quran tersebut?
Minggu ini, lantunan ayat itu selalu mengiang ditelingaku. Bagaimana tidak, dalam seminggu, aku mendengar lima kabar kematian secara berturut-turut. Allah Maha Besar, dengan segala kuasa-Nya, mungkin ingin memberi tamparan kepada kita semua, kepada hamba-Nya, yang disayangi-Nya, yang masih senang berbuat dosa. Astagfirullah.

Tepat satu minggu yang lalu, salah satu orang hebat yang pernah aku kenal, meninggal karena Allah menakdirkannya demikian. Ya. Sebut saja seperti itu. Aku tidak ingin menyalahkan pihak manapun yang membuat sepotong batang pohon itu, seolah memilih, untuk menimpa dan membuat seniorku terluka parah. Itu mungkin memang kelalaian suatu pihak. Tapi, aku sangat yakin, bahkan tidak ada daun yang jatuh tanpa izin dan sepengetahuan dari Pemiliknya. Ya. Batang pohon itu juga. Jatuh menimpa seniorku, sudah pasti Allah juga yang menggerakan.

Kaget? Ya. Bahkan rasanya ada sesuatu yang tiba-tiba kosong. Aku memang tidak dekat dengannya. Tapi menjadi juniornya selama 4 tahun sudah cukup membuatku bisa melihat bahwa dia memang orang hebat. Ya. Dan bukan hanya aku yang merasakan hal itu.


Rabu, 31 Oktober 2012

Aku Ingin Tidur

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah.
Ketika tangan ini letih menggapai cita-cita di jalan Allah SWT, maka bertakbirlah.
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah.
Ikhlaskan semuanya dan mendekatlah kepada-Nya.

Kalimat-kalimat diatas adalah sebuah pembuka untuk artikel edisi kali ini. Sebenarnya tidak ada keterkaitan secara langsung dengan bahasan yang akan disampaikan di bawah ini. Kalimat-kalimat tersebut diambil dari facebook Yusuf Mansyur. Mungkin sudah banyak yang membacanya. Semoga bisa menjadi pengingat di setiap saat.

Kali ini akan dibagikan artikel mengenai tidur.zzz...zzz...zzz...

Manusia memerlukan tidur untuk mengistirahatkan seluruh raganya yang sedari pagi hingga sore bahkan hingga sebagian malam digunakan untuk melakukan aktivitas yang tentunya diridhai Allah SWT. Tak dapat ditahan jika kantuk melanda. Kelopak mata sudah tidak dapat ditahan untuk tidak menutup. Apalagi untuk para mahasiswa yang sering begadang mengerjakan tugas kemudian karena tak tertahankan sehingga menjadi ketiduran. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat aktivitas yang dilakukan pada waktu pagi dan siang cukup padat. Namun, kurang baik juga jika tidur terlalu lama.

Nah. sekarang pertanyaannya adalah berapa lama kita membutuhkan waktu untuk tidur setiap harinya?

Setelah melakukan percobaan, ilmuwan Amerika menyimpulkan, tiga hari libur lebih baik bagi manusia dibandingkan dua hari (pada Sabtu-Ahad). Penelitian ini melibatkan 159 orang dewasa. Mereka adalah orang yang selama seminggu tidur empat jam sehari, dan sepuluh jam pada hari Sabtu dan Ahad.
Pada akhir minggu, peneliti memeriksa kondisi partisipan. Mereka menyimpulkan, libur dua hari selama satu minggu sangat tidak mencukupi. Ini menimbulkan penyakit kurang tidur yang bisa membahayakan kesehatan. Untuk mengatasinya, para ilmuwan mengusulkan penambahan hari libur menjadi tiga hari. Pada waktu libur, orang-orang benar-benar bisa menggunakan waktu untuk tidur sesuai kebutuhan tubuhnya.
Somnologists (ahli kesehatan yang berhubungan dengan tidur) modern menyatakan, orang dewasa membutuhkan sedikitnya lima jam tidur di malam hari agar tetap sehat. Selain itu, yang mengejutkan, para ahli mengatakan, tidur siang sebenarnya sedikit berbahaya bagi kesehatan. Sebuah eksperimen paralel menunjukan, orang yang memilih tidur di siang hari rentan mengalami peningkatan risiko diabetes.




google.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...