Jumat, 14 Juni 2013

Dilema Makan

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Ingat lima perkara sebelum lima perkara
...
Sehat sebelum sakit
...
Hidup sebelum mati
-Raihan

Alkisah seorang pengembara ilmu menjalani hari demi hari di sebuah negeri antah berantah. Suasana negeri ini jauh dari suasana di negerinya dahulu. Lebih ramai orang lalu lalang, kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi jalan sehingga polusi ada dimana-mana. Kemudian para pengais rezeki berdagang di tepian jalan raya, dan banyak orang sibuk kesana kemari membawa buku-buku di tangan dan juga didalam tas mereka. Jalan mereka seperti orang yang hampir ketinggalan kereta. Aku pun bercermin, seperti itu pula diriku. Kubawa buku di tangan dan di tasku. Laptop pun kubawa. Jalanku menjadi lebih cepat dari sebelum aku berada disini. Harus cepat karena waktu tak akan menunggu kita berleha-leha.
Setelah selesai kuliah atau bekerja, sang pengembara ilmu berkumpul dengan teman sepermainannya untuk rapat. Lalu, dilanjutkan dengan mengerjakan tugas.  Ini adalah amanah, katanya dalam hati. Makan? Ah, urusan gampang itu, pikirnya. Pergilah ia membeli gorengan di dekat kosannya. Hampir setiap hari, sang pengembara ilmu itu hanya makan mi instan dan gorengan.
Lambat laun, sang pengembara merasakan ada hal yang tidak beres dari perutnya. Suatu waktu dia mengalami demam dan diare. Tetapi, lagi-lagi penyakit tersebut dianggap remeh. Dengan membeli obat diare, dia pikir akan sembuh. Seminggu kemudian, diare yang dialaminya tak kunjung sembuh. Segera saja dia pergi ke dokter. Hasil diagnosisnya menyatakan bahwa dia positif menderita penyakit tifus. Dokter mengatakan bahwa ususnya terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhosa, penyebab tifus tersebut yang didapat dari makanan yang tercemar.


Itulah saking asyik dengan kesibukan, banyak tugas, pekerjaan, rapat ini, rapat itu, hak tubuh untuk mendapatkan asupan nutrisi yang tepat terabaikan. Alhasil, kegiatan jalan terus, tapi lambat laun kerjanya pun tidak optimal, dan berujung pada sakit. Kalau sudah sakit, kegiatan apapun tidak bisa kita lakukan. Padahal tubuh adalah titipan Allah SWT yang pastinya suatu waktu nanti akan dikembalikan. Terus, selama kita dipinjami tubuh ini, kita abaikan kesehatannya dan pada saat nanti dikembalikan dalam keadaan yang rusak? Bukankah itu artinya kita tidak tahu diri? Selain itu, pengeluaran pun akan membengkak  untuk biaya pengobatan yang tidak sedikit. Lebih baik disedekahkan, bukan? Sudah sehat berpahala lagi dengan sedekah.

Teruntuk para seeker knowledge yang juga aktivis, kesehatan tubuh harus tetap diperhatikan. Makannya harus dijaga. Masih inget, dong rumus 4 SEHAT 5 SEMPURNA. Di setiap makanan yang kita makan harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin.


Tips:
1.         Hindari gorengan karena kita tidak tahu minyak yang dipakai para pedagang di luar sana sudah dipakai berapa kali. Sulit? Memang. Namun, kalau ada kemauan pasti ada jalan, toh. Sebagai gantinya, bisa menggoreng sendiri.
2.       Perbanyak makan sayur dan buah yang dapat melancarkan saluran cerna kita. Kandungan berbagai vitamin didalam buah dan sayur sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.
3.       Makan makanan 4 SEHAT 5 SEMPURNA. Gambar yang atas yah bukan yang bawah. Hihihi.(Haduh eta kerupuk)


4.       Konsumsi madu, kalau istilah lainnya obat segala jenis penyakit.
Q.S. An-Nahl ayat 69,
يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُون
“…Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan.”




Kamis, 30 Mei 2013

Hikmah di Balik Gerhana, Menurut Pandangan ISLAM




Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Gerhana maupun bulan merupakan fenomena alam yang ditakdirkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk menunjukkan tanda – tanda kebesaran-Nya. Di mana gerhana matahari akibat posisi bulan yang berada di antara matahari dan bumi sehingga menghalangi cahayanya, dan gerhana bulan akibat posisi bumi yang berada di antara matahari dan bulan sehingga tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke bumi.

Pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam telah terjadi satu kali gerhana matahari, tepatnya menurut ulama pada tanggal 29 Rabi’ul Awal tahun 10 Hijriah, karena memang gerhana matahari tidak terjadi kecuali pada akhir bulan Hijriah sedangkan gerhana bulan pada pertengahan bulan Hijriah. bertepatan dengan meninggalnya putra beliau tercinta yaitu Ibrahim.

Hal ini merupakan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena masyarakat jahiliyah dahulu berkeyakinan bahwa gerhana terjadi karena kematian atau lahirnya seorang bangsawan atau yang berkedudukan tinggi, maka Allah Ta’ala Hendak membatalkan keyakinan ini dengan menjadikan gerhana di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam bertepatan dengan meninggalnya putra beliau, untuk menjelaskan bahwa gerhana adalah murni phenomena alam yang ditakdirkan Allah Ta’ala dan tidak ada kaitannya dengan kejadian apapun di muka bumi.

  • Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kebesaran Allah, di mana Allah menakuti hamba-Nya. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang manusia, akan tetapi keduanya merupakan dua tanda kebesaran Allah, apabila kalian menyaksikannya, maka laksanakan shalat dan berdoalah kepada Allah sehingga dikembalikan kembali oleh Allah” (HR Bukhari dan Muslim, nas ini lafaz Muslim 4/463 hadits nomor 1516).
  • Pelajaran penting yang kita bisa ambil dari gerhana matahari maupun bulan adalah:
Pertama : Keduanya merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala yang menciptakan alam semesta ini, menguasainya, serta mengaturnya. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi Allah Ta’ala, ketika Allah Berkehendak untuk merubah aturan alam sebentar diluar kebiasaan, untuk menunjukkan betapa lemahnya manusia dan betapa agungnya Allah, maka manusia tidak layak untuk menyombongkan dirinya di hadapan Allah, jadi sepantasnya manusia tunduk patuh kepada peraturan dan hukum Allah tidak kepada yang lain.

Kedua : Merupakan kehendak Allah untuk menakuti hamba – hamba-Nya dengan mengingatkan mereka dari kelalaian dan dosa. Di mana dengan bertambahnya fitnah dan kerusakan di muka bumi yang sebenarnya karena tingkah laku manusia, maka hikmah Allah Ta’ala berkehendak untuk menyadarkan mereka, dan bahwa azab dan siksaan-Nya di neraka lebih pedih dan kekal.
Namun di zaman sekarang, di mana manusia sudah menilai kejadian di bumi hanya dengan kaca mata materi tanpa menoleh ke sisi syar’i. Mereka mengatakan ini hanya sekedar phenomena alam biasa, tanpa melihat siapa yang menakdirkannya dan apa tujuannya.
Ketiga : Bahwa kejadian – kejadian alam tidak ada hubungannya dengan kematian atau lahirnya seseorang, karena jika Allah Berkehendak untuk menjadikan sesuatu, maka terjadilah. Jadi murni karena kehendak Allah, maka barangsiapa meyakini bahwa kejadian alam ada kaitannya dengan kematian dan lahirnya seseorang maka dia telah menetapkan adanya pengatur alam semesta selain Allah Ta’ala.

(berbagai sumber)

Jumat, 17 Mei 2013

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
“Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadziban”
Suatu pertanyaan yang tersirat dalam pikiranku saat selesai membaca Surat ke-55 dalam Al-Qur’an, Surat Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), surat yang terdiri dari 78 ayat, dimana ayat di atas diulang sebanyak 31 kali, ialah:
Kenapa sih ayat ini musti diulang berkali-kali? Memangnya ada yang istimewa yaa?
Kita coba dalami bareng-bareng yuk. Bismillah..

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Manusia, dengan segala akal yang ia miliki, dengan segala kehidupan yang telah Allah ciptakan, kehidupan yang telah lengkap dengan keteraturan juga keindahannya.
Sekarang, lihatlah sejenak kawan, lihat dengan hati, juga mata..
Matahari yang setiap hari terbit terbenam, telah Allah pelihara segalanya. Bulan itu juga yang hadir di kala malam menyapa kita dengan ramahnya, mereka beredar dengan sendirinya, tanpa harus kita pikirkan rumus fisikanya yang bahkan ntah harus seperti apa ribet-nya. Lihat pula pohon-pohon di sana, yang memberi kesejukan pada kita untuk berteduh, memberi buah-buahan segar untuk kita nikmati dan lihatlah bunga-bunga cantik di sana yang terkadang dengan isengnya kita cabut dan patahkan.
Lihatlah pula lautan di sana, lautan biru nan indah, lautan yang Allah biarkan mengalir dengan anggunnya.. Disertai kesejukan angin yang membawa damai sampai hati..
Tahukah, kawan? Langit, bumi, lautan, mereka semua selalu berdzikir, selalu meminta kepada Allah.. Di kala kesibukan mereka, untuk terbit, terbenam, beredar, mengalir, semuanya.
Lalu kapankah kita terakhir membiarkan hati dan mata ini melihat kebesaran Allah?
Melihat, merenung, kemudian mendalami, dan juga mencari hikmah serta nilai atas semua yang ada dalam kehidupan ini.. Sehingga membuat mata hati kita terbuka dan menyadari bahwa tiada nikmat Allah yang dapat kita ingkari. Satu pun. Setitik pun. Tidak ada.
Allah menurunkan ayat-ayat ini, diulang berkali-kali tentu bukan tanpa sebab.
Sebuah peringatan untuk membuka hati agar mampu bersyukur.
Bersyukur dengan menyadari bahwa manusia sebagai makhluk yang lemah, yang tiada memiliki daya, upaya, kekuatan apapun tanpa izin Allah.
Menyadari bahwa manusia sebagai makhluk yang paling banyak membantah, paling banyak mengeluh, tak jarang pula menyalahkan Allah atas segala yang terjadi, merasa hidupnya tak adil, merasa sendiri, bahkan merasa tak ada artinya lagi hidup.. Tak ada artinya lagi untuk mengadu pada Allah, berkeluh kesah pada Allah, karena kita menganggap Allah tak pernah mendengar, Allah tak pernah memberi jawaban..
Namun, sadarkah kita akan satu hal bahwa..
Allah tak pernah meninggalkan setiap hamba-Nya di muka bumi ini. Manusialah yang justru meninggalkan-Nya, menjauhi-Nya, menduakan-Nya, menyakiti-Nya.[1]
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Berprasangka baiklah kepada Allah..
Berhentilah menyalah-nyalahkan Allah. Minta ampunlah jika kita pernah melakukannya. Sesungguhnya Allah itu Maha Sempurna, Dia tidak pernah berbuat salah. Semua yang kita alami sudah diatur dengan seadil mungkin untuk kebaikan kita sendiri.
Jika kita bisa melihat dengan hati nurani yang paling dalam, sesungguhnya Allah itu benar-benar sayang kepada kita[2] ^_^

Kawan, kita diperingatkan untuk membuka hati, mendalami lagi, bahwa sungguh, nikmat Allah yang mana lagi yang akan kita ingkari? Allah ingin yang terbaik bagi hamba-Nya..
Maka, ayat ini diulang berkali-kali, agar kita sebagai makhluk yang paling banyak membantah, bisa tersadarkan.. tersadarkan.. tersadarkan.. terketuk pintu hatinya..
Yaa Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang banyak mengingat-Mu, banyak mensyukuri nikmat-Mu, sangat patuh terhadap perintah-Mu, senantiasa merendahkan diri ke haribaan-Mu, dan senantiasa mengadu dan berserah diri kepada-Mu.
Tuhan kami, terimalah tobat kami, bersihkanlah dosa kami, kabulkanlah doa kamu, kuatkanlah alasan kami, tunjukilah hati kami, luruskanlah perkataan kami, dan lenyapkanlah keburukan hati kami.
Aamiin Yaa Allah.. Yaa Rahman..

Wallahu a’alam bishawab.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


[1] Oki Setiana Dewi, Melukis Pelangi. Bandung: PT Mizan Pustaka, 2011, hlm. 187
[2] A.K., Ya Allah, Tolong Aku. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2010, hlm. 76

Rabu, 17 April 2013

Kebun Abu Thalhah

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi


Artikel ini diambil dari tulisan A Ilyas Islmail dalam rubrik Hikmah Republika edisi Selasa, 16 April 2013. Semoga bermanfaat.
Suatu hari, Abu Thalhah RA asyik bekerja di kebunnya. Saking asyiknya berkebun, ia tak menyadari bahwa matahari sudah diujung pepohonan atau hampir terbenam. Mengetahui hal itu, pacul dan berbagai perlengkapan pertanian segera ia singkirkan. Buru-buru ia pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Ashar. Beruntung ia masih bisa shalat Ashar meski sangat mepet,sudah di ujung waktu.
Seusai shalat, ia lari menemui Rasulullah SAW sambil menangis tersedu-sedu. Ia mengadu kepada Rasulullah. “Binasa Abu Thalhah, wahai Rasul Allah. Gara-gara berkebun, aku hampir tak bisa shalat Ashar, kecuali saat matahari sudah terbenam. Karena itu, kebun tersebut dan segala isinya aku sedekahkan untuk Allah”[Sayr A’lam al-Nubala’, Abu Thalhah].
Abu Thalhah RA dikenal sebagai salah seorang sahabat Rasul yang sangat mulia dan dermawan. Apa yang diperlihatkannya dalam kisah di atas, memberikan inspirasi dan teladan berharga bagi kita semua. Setidaknya ada 4 hal yang layak diteladani dari sikapnya yang menyedekahkan kebun karena hal itu telah melalaikannya dari mengingat Allah SWT.
Pertama, kemampuan membuat dan memahami skala prioritas (fiqh al-awlawiyat). Orang mukmin, seperti ditunjukkan Abu Thalhah, mesti tahu hal yang sangat penting (al-aham), lalu yang agak penting (tsumm al-aham), dan seterusnya. Bekerja, seperti berbisnis dan berkebun tidak dilarang, bahkan diperintahkan. Akan tetapi, ketika waktu shalat tiba, hal pokok yang mesti dilakukan adalah shalat. “Ash-shalat-u ‘alaa waqtiha”, demikian pesan Nabi SAW.
Kedua, kemampuan menjaga dan memelihara shalat. Dalam Al-Qur’an, seperti diketahui perintah shalat dikemukakan dengan beberapa istilah. Diantaranya dengan kata mendirikan (iqamat al-shalah), menjaga dan memelihara (muhafazhah), melakukan dan mengerjakan dengan kontinu (mudawamah). Dan puncak ialah khusyuk dalam shalat (QS Al-Mu’minun [23]:2). Karena itu, tak seorang pun boleh bermain-main dengan shalat, kecuali diancam neraka Wail. (QS al-Ma’un [107]:4-7).
Ketiga, kemampuan melakukan evaluasi diri sehingga diketahui dan disadari keterbatasan dan kelemahan diri (taqshir). Abu Thalhah sadar betul bahwa ibadah shlat harus dilakukan dengan semangat maksimal,bukan minimal. Itu sebabnya kesadaran tentang adanya kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam shalat, membuatnya harus menambal dengan kebaikan lain, yaitu memberikan kebun terbaiknya untuk Allah SWT.
Keempat, kemampuan melatih dan mendidik diri sendiri. Abu Thalhah tak hanya menyesal dan menangis atas hilangnya kesempatan, tetapi ia mampu membuat peluang baru dan melipatgandakannya menjadi kebaikan yang lebih besar. Ini merupakan pendidikan diri yang tak hanya inovatif tetapi juga inspiratif. Wallahu a’lam.

Mari kaum muslim seluruh alam kuatkan pertahanan internal kita ketimbang terus saja mengurusi musuh-musuh Islam. Kalau dari internal kita sudah kuat, sekuat apapun musuh-musuh Islam melawan tidak ada pengaruhnya. Mari mulai dari shalat. Sudah khusyukkah shalat kita?
Alhamdulillah...:)
 

Sabtu, 06 April 2013

La Tahzan Ukhti..

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Wanita adalah makhluk yang sangat unik. Berbeda. Dan memiliki keistimewaan tersendiri. Islam memandang wanita adalah makhluk yang sangat spesial dan memberikan satu surah dalam Al-Qur'an untuk wanita. An-Nisa. Islam juga telah mengangkat derajat wanita yang derajatnya pada zaman jahiliyah bagaikan "di bawah bumi", sampai surga berada di bawah telapak kakinya. Subhanallah..
Tetapi menjadi "wanita" memang tidak mudah, mengapa?
pertama,
aurat wanita lebih banyak daripada pria. wanita harus menutup hampir seluruh tubuhnya, kecuali telapak tangan (termasuk punggung tangan) dan wajah.
kedua,
wanita itu harus meminta izin kepada suami jika hendak ke mana-mana dan melakukan apa-apa. sedangkan suami tidak perlu
ketiga,
wanita itu harus patuh dan taat pada suami. tapi suami tidak
keempat,
wanita mendapat harta warisan lebih sedikit dari laki-laki (separuhnya)
kelima,
wanita mengalami sulitnya mengandung dan melahirkan anak, sedangkan laki-laki tidak
keenam,
masa ibadah wanita itu lebih dikit daripada laki-laki. karena wanita mengalami haid dan nifas
dan sebagainyaa… 

tapi ukhti,,,

tau kah kau?
pertama,
benda dan indah yang mahal harganya, akan dibelai dan disimpan di tempat yang baik… bukankah kita tak akan menemukan intan berlian berserakan kan?
kedua,
wanita memang perlu taat kepada suami. bahkan, ridho suami adalah ridho Allah juga. tapi, tidak ingatkah kita bahwa seorang anak (termasuk laki-laki) harus alias wajib taat kepada ibunya. bahkan lebih besar tiga kali lipat dibanding ayah. (hadis shahih)
ketiga,
hai ukhti, taukah engkau? wanita itu dipersilahkan masuk surga dari pintu mana saja asalkan dia melaksanakan 4 hal ini : menjaga sholat lima waktu, puasa di bulan romadhon, taat pada suamidan menjaga kehormatannya.
keempat,
bagian wanita atas harta warisan itu cuman 1 : 2 laki-laki . tetapi, bagian wanita itu khusus buat dirinya sendiri artinya, wanita tidak wajib membagi harta warisannya itu ke suami dan anak. sedangkan harta warisan yang diterima laki-laki itu, harus diberikan/dibagi untuk istri dan anak-anaknya.
kelima,
wanita perlu bersusah payah ketika mengandung dan melahirkan. tapi, taukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh seluruh makhluk Allah dan bahkan malaikat pun ikut mendoakan. dan bahkan, Allah menjanjikan syahid ketika seorang wanita melahirkan kemudian dia meninggal. subhanallah…
keenam,
seorang lelaki itu wajib berjihad fisabilillah. sementara, bagi wanita yang ia taat pada suaminya dan mematuhi segala perintah dan larangan Allah, maka disertainyalah pahala itu setara dengan pahala jihad fisabilillah tanpa harus mengangkat senjata. keren kan?
 
kita tidak perlu bersedih dengan kelemahan-kelemahan kita sebagai wanita. bukankah setiap mahkluk itu diciptakan dengan kelemahan dan kelebihan masing – masing? . kita sebagai wanita muslim, bersyukurlah, karena kita diabadikan dalam Al Quran, surah ke 4 >> An Nisa’ . juga hadis – hadis yang menyanjung-nyanjung wanita muslimah.
” Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
“Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah”
“Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya”
“Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut akan Allah dan orang yang takut akan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya”

ada lagi sabda Rosul bahwa ketika kita memiliki dua anak perempuan atau lebih dan mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi wanita yang baik, maka surga adalah jaminannya… Aamiin..
 
berbahagialah wahai para muslimah. jangan risau hanya untuk apresiasi semu di dunia ini… tetep jaga  istiqomah untuk beribadah di jalan Allah dan melaksanakan segala kewajiban. surga menantimu, wahai muslimah. La tahzan.. :)

Sabtu, 16 Maret 2013

Sehat di Tengah Kesibukan



Bismillahirrahmaanirrahiim 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Meneruskan artikel bulan kemarin yang bertema "Kesibukan dan Amanah", kali ini, kita akan membahas kesehatan. Apa hubungannya?? Jadi, biasanya kalo kita lagi sibuk-sibuknya, lupa makan, lupa olahraga, lupa semuanya. Apa kabar badan kita? Yup, makanya meskipun kita lagi sibuk nih, (sok sibuk haha :D) kita harus tetep menjaga kesehatan tubuh kita. Jika kita tidak menjaganya, malah sakit, dan tugas-tugas kita jadi keteteran. Gamau kaaan?? Apalagi sekarang cuacanya sedang kurang baik untuk kesehatan kita.

Jadi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan:

Yang pertama adalah dengan tidak melupakan sarapan.
Sarapan memang sederhana, relatif mudah disiapkan dan tidak memakan waktu lama. Meski demikian, manfaatnya bagi tubuh sangat besar. Alasannya, pada pagi hari, energi yang tersisa untuk beraktifitas boleh dikatakan minim. Hal tersebut lantaran ketika tidur selama sekitar delapan jam pada malam hari, energi tersebut digunakan untuk tetap membuat organ-organ seperti jantung dan paru-paru tetap bekerja.
Untuk mendapat manfaat yang optimal, kandungan gizi dalam menu sarapan juga tentu tidak bisa dianggap sepele. Sebagai saran, roti isi bisa jadi menu sarapan sehat.

Berikutnya, jangan lupa minum air mineral.
Hal ini dimaksudkan agar kebutuhan tubuh akan mineral seperti kalsium dan kalium dapat dipenuhi. Menurut badan kesehatan dunia (WHO), terdapat 21 elemen mineral yang esensial bagi manusia. Disebut esensial berarti mineral tersebut tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh. Untuk mendapatkannya adalah dengan mengkonsumsinya dari luar, salah satunya dari air mineral.

Langkah berikutnya adalah dengan mengkonsumsi buah-buahan

Anda bisa membawa beberapa buah dan mengkonsumsi saat bekerja atau dalam perjalanan menuju kantor.

Terakhir, luangkan waktu untuk melakukan olahraga atau aktifitas fisik

Hal ini pun bisa dilakukan di tempat kerja, misalnya dengan beranjak dari tempat duduk untuk meregangkan otot. Cara lain adalah menggunakan tangga kalau tempat yang dituju berada hanya satu atau dua tingkat di atas atau di bawah. Selain itu ada beberapa olahraga yang efektif untuk menjaga kebugaran tubuh, diantaranya:

1. Lari  
Lari didefinisikan dalam istilah olahraga sebagai gerakan tubuh (gait) di mana pada suatu saat semua kaki tidak menginjak tanah. Lari adalah salah satu bentuk latihan aerobik dan latihan anaerobik. Lari berguna untuk menjaga sistem pencernaan sehingga bentuk tubuh dan kebugaran tetap terjaga. Manfaat yang lain adalah memperkuat pernafasan, mengencangkan otot kaki, menetralkan depresi, dan meningkatkan kapasitas kerja. Lari juga pembakar kalori terbaik, yaitu 500-800 kalori per jam.

2. Yoga
Yoga adalah sistem kesehatan menyeluruh (holistik) yang terbentuk dari kebudayaan India kuno sejak 300SM lalu. Yoga termasuk dalam olahraga bentuk non-aerobik
Olahraga ini bertujuan untuk membuat lentur, relaks, menguatkan tubuh secara total, melatih fleksibilitas, keseimbangan tubuh dan koordinasi serta dimanfaatkan sebagai alat untuk bermeditasi



3. Bersepeda
Bersepeda termasuk olahraga aerobik serta latihan kardiovaskular yang efektif. Manfaat olahraga antara lain, manjaga ukuran pinggang, melatih jantung, melatih paru-paru, dan melancarkan sistem peredaran darah. Bersepeda dengan jarak 10 mil dapat membakar 600 kalori dalam 50-60 menit. Idealnya latihan bersepeda dilakukan selama 20 hingga 60 menit sehari

4. Angakat Beban

Angkat beban merupakan salah satu olahraga yang fleksibel, dapat dilakukan dimanapun, menjadi pilihan bagi para selebritis dengan jadwal yang padat. Alat yang digunakan berupa botol air mineral 1,5 liter, barbell, ataupun beban lain yang aman. Olahraga ini dapat meningkatkan kekuatan otot, energi dan metabolisme. Sifatnya yang intensif dan memerlukan konsentrasi tinggi juga dapat meredakan stres dan mencegah terjadinya osteoporosis. Juga berguna untuk program penurunan berat badan dan pembentukan tubuh yang indah karena latihan mengangkat beban yang rutin dapat mengencangkan otot-otot tubuh sehingga otot tidak mengalami penurunan massa seiring dengan pertambahan usia



5. Hula hoop
Hula hoop sangat efektif membakar kalori dalam jumlah besar dan membuat perut ramping.Nama hula hop diambil dari tarian hula Hawaii mulai populer pada tahun1950-an ketika Alex Tolmer menjual lingkaran plastik di pusat-pusat perbelanjaan. Bermain hulahoop selama satu jam membakar 300-600 kalori. Hula hoop juga melatih bagian kardiovaskular karena meningkatkan denyut jantung hingga 150 kali per menit. Manfaat yang lain membuat perut menjadi rata, memperkuat tulang punggung, membangun dan menguatkan otot punggung bagian bawah dan perut tengah, meningkatkan kekuatan tulang belakang sehingga keseimbangan, postur, dan ketangkasan tubuh lebih baik.
Semoga bermanfaat!



Senin, 11 Maret 2013

MUDA KAYA RAYA, MATI MASUK SURGA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Sebelum membaca artikel ini, mari kita mengucapkan basmallah dengan sungguh-sungguh agar dimudahkan dalam memahami dan juga mengamalkannya.
         
Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Siapa juga sih yang tidak mau seperti judul itu? Muda kaya raya, mati masuk surge. Pernahkah antum semua berkhayal menjadi orang yang kaya raya? Punya uang banyak, dan segala kebutuhan dapat terpenuhi? Tapi kemudian antum sadar dan merasa hal itu tidak mungkin karena ‘ah, saya mah terlahir dari keluarga sederhana, biasa saja’, atau’ boro-boro punya uang banyak, bisnis saja belum pernah’, atau mungkin juga ‘saya ngga punya bakat berbisnis’, dan ‘Jadi orang kaya tuh dekat ke neraka’. Ada juga orang-orang yang beranggapan ‘Lebih baik miskin tapi bahagia’. Eits, siapa bilang? Yang lebih baik adalah KAYA dan BAHAGIA. Sepakat?
Ibnu Abid duni menjelaskan bahwa ada 3 alasan mengapa kita diperintahkan menjadi kaya dalam Islam.
1.      Harta itu tulang punggung kehidupan.
2.      Peredaran kekayaan itu adalah indicator kesalehan atau keburukan masyarakat. Rasulullah Saw mengatakan: “Sebaik-baik harta itu adalah uang yang beredar diantara orang-orang shaleh”.
3.      Terlalu banyak perintah syariah yang hanya bisa dilaksanakan dengan harta yang cukup. Dari5 rukun Islam, terdapat zakat dan haji yang memerlukan uang.
Ibn Umar ra berkata, bersabda Rasulullah Saw:
“Tiada boleh seseorang iri hati terhadap orang lain, kecuali dalam dua hal; seorang yang diberi pengertian Quran, maka ia mempergunakannya sebagai pedoman amalnya siang malam, dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta, maka ia membelanjakannya siang dan malam untuk segala amal kebaikan.”(HR Bukhari-Muslim). Itulah alas an-alasan kita sebagai muslim harus kaya.
Kalau kita berkaca dari sirah, ternyata Rasulullah Saw adalah potret muslim yang kaya. Beliau telah magang dalam bisnis untuk mencari penghasilan pada usia 8 tahun. Umur 12 tahun beliau sudah pulang pergi ke luar negeri ikut dalam bisnis keluarga. Umur 15-19 tahun ikut berperang sehingga punya pengalaman militer. Umur 20 tahun Muhammad muda sudah jadi pengusaha, dan inverstornya adalah Khadijah. Waktu umur 25 tahun ia menikahi inverstornya dengan mahar 20 ekor unta. Kira-kira 1 ekor unta adalah seharga Rp 13 juta, sehingga total maharnya adalah Rp 260 juta. itu baru maharnya saja. Belum lagi ada harta simpanan.
Nah, terkait dengan kaya harta nih, pernahkan antum semua mendengar kata Dinar? Dinar berbeda dengan dinar. Huruf d pada kata dinar yang pertama ditulis kapital sedangkan yang kedua tidak. Hal ini mengindikasikan dinar adalah alat tukar resmi negara-negara timur tengah seperti Iran dan Irak yang berwujud uang kertas sedangkan Dinar adalah koin emas 22 karat dengan berat 4,25 g. Dinar dan Dirham telah digunakan sejak zaman Rasul, dibuat resmi dan ditetapkan standarnya sebagai mata uang yang syah dalam kekhalifahan Umar bin Khattab ra, dan digunakan semakin luas oleh khalifah-khalifah setelahnya. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh PT Antam, Tbk.
Dinar memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan uang kertas yang dipakai saat ini. Kita semua tahu bahwa setiap tahun terjadi inflasi (penurunan nilai mata uang) rata-rata 10% per tahun sedangkan bunga bank pertahun rata-rata 5%, artinya kalau kita menabung di bank setiap tahun sebenarnya daya beli kita turun 5% sekalipun nominalnya naik 5%. Berarti kita rugi karena daya beli uang kita merosot setiap tahun kalau ditabung dalam bentuk uang.
Sekarang kita bandingkan jika kita menabung dengan emas (Dinar). Setiap tahun emas naik rata-rata 25%, jadi kalau misalnya kita memiliki uang Rp 1.500.000, lalu kita belikan 1 Dinar emas senilai Rp 1.500.000 maka besar kemungkinan tahun depan harga 1 Dinar emas akan bernilai minimal Rp 1.800.000 dan punya daya beli yang sama atau bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Biaya membuat selembar kertas uang dollar amerika USD adalah 4 sen. Lalu otoritas akan menstempel nnilanya di lembaran, bisa US$ 1, US$ 10, dan US$ 100. Tetapsaja biaya membuatnya 4 sen dollar.
Kali ini Dinar antum. Potong Dinar menjadi dua. Serahkan satu potongan Dinar ke siapapun yang antum kenal. Jika mereka sangat awam dan tak mengerti apa itu Dinar, katakana: “Ini emas 22 karat, dengan berat kira-kira 2,1 g, setengah dari 4,35 g”, setelah itu bisa dipastikan antum akan menerima banyak ucapan terima kasih.
Untuk emas, kita tidak perlu lahirkan undang-undang untuk membuatnya berharga dan disepakati bersama. Emas dan perak telah diatur oleh Sang Maha Pengatur tetap langka dan berharga.
Bagi yang belum menikah atau pasangan muda, nih, dengan Dinar kita bisa merencanakan pelaksanaan tonggak-tonggak penting peristiwa dari jauh hari. Salah satunya untuk biaya pernikahan, dana untuk melahirkan juga membeli rumah. Misalkan 4 tahun mendatang antum berencana untuk menikah dan diperlukan dana sekitar Rp 50 juta = 33 keping Dinar (pada akhir tahun 2010). Baik dengan mencicil satu demi satu keping Dinar maupun dialihkan langsung (jika dana telah siap), pada saat tahun ke-4 dengan kenaikan Dinar sebesar 25% per tahun, 33 keping Dinar akan sama dengan Rp 120.000.000. ini mengalahkan inflasi maksimal 10% per tahun akan menyebbakan biaya pernikahan naik dari Rp 50 juta menjadi Rp 73 juta pada periode yang sama. Dahsyat sekali, bukan? Yok, mau menikah, rencanakan anggaran dananya dari sekarang dengan Dinar ini. Untuk akhwatnya mungkin bisa mensyaratkan maharnya dengan beberapa keeping Dinar saat menikah nanti. Hehehe...
Sembari menunggu datangnya waktu suatu saat nanti Dinar menjadi alat tukar (medium of change), maka sekarang yang bisa kita lakukan adalah menjadikan Dinar sebagai unit of account dan store of value. In shaa Allah. Aamiin.
-Artikel ini dikutip dari buku karya Endy J. Kurniawan berjudul Think Dinar! Dengan dilakukan berbagai tambahan. Untuk lebih jelas dan terperinci, silahkan antum bisa membaca bukunya langsung.-
 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...